PIMPINAN DEWAN
MEDIA SOSIAL


ANTISIPASI KEKERINGAN : Komisi II Geruduk Paranggupito
Ditulis oleh : Admin Ganteng - Bagian : Subag Humas & Protokol

14 Juni 2017 - 08:34:09 WIB

Paranggupito, Wonogiri - Berdasarkan pengalaman tahun - tahun sebelumnya, potensi kekeringan yang melanda masyarakat Kecamatan Paranggupito yang merupakan Kecamatan yang terletak di paling ujung selatan wilayah Kabupaten Wonogiri ini dirasa cukup mengkhawatirkan.

Kamis (8/6), Komisi II bersama PDAM Giri Tirta Sari melaksanakan monitoring ke daerah tersebut untuk mengetahui sejauh mana persiapan dan kendala yang dihadapi PDAM untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Paranggupito saat musim kemarau nanti.

Hadir dengan personil lengkap, rombongan Komisi II diterima langsung Plt. Camat Paranggupito, Drs. Teguh Maryono, M.Si. Dalam pertemuan tersebut, Plt. Camat "mencurahkan isi hatinya", bagaimana sulitnya merubah mindset masyarakat paranggupito yang lebih memilih menggunakan penampungan tadah hujan dibandingkan memanfaatkan fasilitas air bersih dari PDAM. Memang di saat musim penghujan, masyarakat paranggupito mempunyai persediaan air yang melimpah berasal dari wadah - wadah penampungan air hujan yang mereka miliki, sehingga mereka berfikiran tidak ada gunanya untuk menjadi pelanggan PDAM. Namun masalah timbul saat musim kemarau tiba dan wadah penampungan air mulai kering. Masyarakat mulai kebingungan mencari sumber air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka, untuk mandi, minum dan mencuci pakaian. Maka banyaknya mobil - mobil tangki air bersih yang masuk ke daerah mereka, dianggap sebagai solusi instant dan terbaik untuk mengatasi permasalahan mereka. Walaupun dengan harga yang relatif mahal sekitar Rp.120 ribu/tangki dan itupun hanya cukup memenuhi kebutuhan beberapa hari saja.

"Tentunya harus ada solusi yang permanen, bagaimana caranya agar masyarakat tidak tertarik lagi dengan tangki - tangki air yang masuk ke paranggupito di musim kemarau", tambah Teguh.

Dalam sela - sela kunjungannya Drs. Sumarjo, MM Direktur PDAM Giri Tirta Sari Wonogiri mengatakan, "Harga air PDAM per meternya di Kecamatan Parangupito memang mahal, dikarenakan adanya kesepakatan antara pihak Kecamatan Paranggupito (Camat) dan PDAM bila musim hujan aliran air ke Kecamatan Paranggupito dimatikan, sedang bila musim kemarau baru dihidupkan, hal ini membuat biaya operasional PDAM menjadi tinggi untuk perawatan peralatan maupun teknisi jaringan. Sementara saat musim hujan PDAM sama sekali tidak mendapat pemasukan dari konsumen di kecamatan Paranggupito".

"Sumber air bersih di daerah Selatan Kabupaten Wonogiri sebenarnya cukup banyak diantaranya Sumber Banyutowo, namun pemanfaatannya belum maksimal. Keberadaan Waduk Pidekso di daerah Giriwoyo yang diharapkan bisa menjadi solusi permanen untuk mencukupi air bersih di daerah Giriwoyo, Pracimantoro, Giritontro dan Paranggupito terkendala belum selesainya pembangunannya. Padahal jika dimanfaatkan 100 liter/detik saja sudah "turah-turah" untuk mencukupi kebutuhan air bersih di daerah tersebut", tambah Sumarjo.

JAJAK PENDAPAT
Bagaimana menurut anda website DPRD Kabupaten Wonogiri ?
Sangat Bagus
Bagus
Lumayan
Tidak Bagus

HASIL POLLING
PENGUMUMAN TERBARU
AGENDA DINAS TERBARU
STATISTIK PENGUNJUNG
  • Browser :
  • OS : Unknown Platform
  • Dikunjungi sebanyak : 96949 kali