PIMPINAN DEWAN
MEDIA SOSIAL


SD IT Al Huda Pertanyakan Demokrasi di Wonogiri
Ditulis oleh : Admin Ganteng - Bagian : Subag Humas & Protokol

30 Oktober 2017 - 12:06:50 WIB

Wonogiri - Suasana gedung dewan mendadak ramai, Senin (23/10). Ratusan anak - anak dari SD IT Al Huda Wonogiri tampak berjalan dengan tertib memasuki ruangan Graha Paripurna DPRD Kabupaten Wonogiri. Mereka langsung duduk manis di kursi empuk yang selama ini biasa ditempati oleh para wakil rakyat.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan Outing class dalam pembelajaran yang berkaitan dengan fungsi pemerintahan baik di eksekutif maupun legislatif.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Wonogiri, Basriyono, S.Pd didampingi Kabag Persidangan Sutopo, SH, MM dan Kasubag Humas Protokol Titik Supriyanti, SH, M.Hum. menyempatkan diri turut menyambut kedatangan anak-anak yang terlihat sangat antusias ingin tahu lebih banyak soal pekerjaan para wakil rakyat.

"Tempat duduk yang adik - adik duduki itu adalah tempat duduk yang biasanya dipakai bapak - bapak anggota dewan yang terhormat, yang berjumlah 45 orang yang merupakan hasil dari Pemilu Tahun 2014,"terang Basriyono.

Setelah ucapan perkenalan dan sambutan selamat datang maksud dan tujuan kunjungan Outing class ini, acara kemudian dilanjutkan dengan dialog interaktif yang dipandu Sutopo dan Titik.

Sutopo dan Titik berperan selayaknya "bapak dan ibu guru" dalam menjelaskan fungsi dan peran DPRD. Hal ini dilakukan agar dialog interaktif menjadi terkesan lebih santai, segar, tidak kaku dan menyenangkan buat anak - anak.

"DPRD itu kedudukannya dibawah, diatas atau sejajar dengan Bupati ?", tanya Titik kepada anak - anak saat mengawali diskusi. Yang kemudian dijawab oleh anak - anak dengan jawaban yang beragam. "Kedudukan DPRD dan Bupati adalah sejajar, dimana DPRD bertindak sebagai perencana program, dan Bupati beserta jajaran eksekutif bertindak sebagai pelaksana program," terang Kasubag Humas Protokol ini di hadapan para murid yang terlihat antusias mendengarkan sambil menulis di buku.

Saat sesi tanya jawab, para siswa secara tertib mengajukan pertanyaan mulai dari pelaksanaan demokrasi di Wonogiri apakah sudah berjalan atau belum, kinerja Dewan hingga pertanyaan mengenai besarnya gaji yang diterima anggota Dewan.

"Bagaimana demokrasi di Wonogiri, apa sudah berjalan sesuai yang diharapkan?",celetuk salah satu siswa memberanikan diri bertanya. Demokrasi berasal dari kata Demos dan Kratos yang bermakna kekuasaan berada di tangan rakyat. Di Wonogiri demokrasi sudah berjalan, bisa dilihat dari pemilu legislatif pada tahun 2014 yang dilaksanakan secara langsung oleh rakyat dengan menganut asas LUBER (Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia).",terang Sutopo.

Naila siswa SD IT tak mau kalah juga bertanya, "apa sidang yang biasanya dibahas DPRD ?" yang kemudian langsung dijawab oleh Titik, bahwa Sidang yang dibahas di DPRD banyak sekali, mulai dari pembahasan raperda seperti APBD, Pergantian Antar Waktu (PAW), Rapat alat kelengkapan, dan masih banyak lagi.

Saya mau tanya, berapa gaji Anggota DPRD itu?'' tanya salah satu siswa, Hafid. Begini adik-adik, Anggota DPRD itu tidak digaji. ''Tapi diberi penghasilan tetap setiap bulannya, besarnya Rp 10 juta, dan diberikan pula tambahan uang tunjangan, seperti uang tunjangan representasi, uang tunjangan rapat dan lain-lain,'' kata Sutopo.

JAJAK PENDAPAT
Bagaimana menurut anda website DPRD Kabupaten Wonogiri ?
Sangat Bagus
Bagus
Lumayan
Tidak Bagus

HASIL POLLING
PENGUMUMAN TERBARU
AGENDA DINAS TERBARU
STATISTIK PENGUNJUNG
  • Browser :
  • OS : Unknown Platform
  • Dikunjungi sebanyak : 114459 kali